Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Kamis, 13 Oktober 2016

Tiga Golongan dalam Surat Al-Waqi'ah

Advertisement
Tiga Golongan dalam Surat Al-Waqi'ah - Surah Al-Waq'iah adalah sebuah kata Arab yang berarti "yang tak terelakkan", "peristiwa" atau "perubahan". Surah ini adalah surah ke-56 dari Al-Quran, diturunkan di Makkah. Jumlah ayat dalam surah ini sebanyak 96 ayat. Dalam surah ini, Allah SWT memulai dengan terjadinya waqiah. Al-waqi `ah, adalah salah satu dari nama-nama hari kiamat, karena hari itu adalah nyata dan pasti akan datang. Kejadian itu akan merendahkan satu golongan dan meninggikan golongan yang lain. Tatkala itu, ada gempa yang menghancurkan semua yang ada di atasnya, gunung-gunung dan bangunan-bangunan hancur lebur seperti debu yang beterbangan di udara.

Saat menelusuri ayat 1 hingga 7 kita akan dibawa saat dimana masa hari kiamat itu datang, suasananya silahkan kita bayangkan sendiri bagaimana rasanya. Alloh meninggikan serta merendahkan golongan yang Dia tentukan, serta Bumi seakan digoncangkan sedahsyatnya sehingga gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya hingga jadilah dia debu beterbangan. Hingga kita dijadikan 3 golongan. Golongan itu ada 3 yakni:
  1. Golongan kanan, yakni golongan orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan ini karena mendapat kenikmatan pada surga kenikmatan.
  2. Golongan kiri, yakni golongan orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
  3. dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga)

Surat Al-Waqi'ah
Surat Al-Waqi'ah
Golongan ‘muqarrabin’ (dekat kepada Allah), dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang menurut Allah Azza Wa Jalla masuk surga. Mereka orang-orang dekat kepada Allah, dan hidupnya tak berjarak dengan Rabbnya. Selalu mengingat dan berzikir mengingat kebesaran-Nya. Meraka akan berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian, yaitu umat Muhammad Shallahu alaihi aa sallam.

Mereka berada diatas dipan-dipan yang bertahtakan emas permata, mereka bersandar diatasnya berhadap-hadapan, mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda denga membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya, dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

Golongan ‘kiri’ (ashabul syimal), dikatakan, alangkah sengsaranya golongan ’kiri’. Mereka dalam siksaan angin yang panas dan air yang mendidih, dan naungan asap hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya, mereka sebelum itu (dahulu), ketika hidup di dunia, mereka bermewah-mewah, dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar.
Bagi mereka golongan kiri, mereka akan disiksa dan makan dari pohon Zaqqum sampai perut mereka menjadi kenyang dan minum air mendidih, dan mereka minum itu seperti penyakit yang menyerang unta, menyebabkan mereka merasa haus, dan mereka minum sampai mereka mati. Angin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tak ada tara bandingannya dan yang sudah tak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dan dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan. Itu akan menjadi hiburan mereka pada hari pembalasan.

Golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah SWT dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu: mereka hidup bermewah-mewah, mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar, dan mereka mengingkari adanya hari berbangkit.


Itulah karakter golongan ‘kiri’, dan posisinya yang sangat sengsara diakhirat nanti. Dan, tidak akan diberi kesempatan mereka kembali ke dunia, bertobat. Maka, mereka berkata : “Apabila kami sudah mati, menjadi tulang belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?”. Sebuah pertanyaan yang penuh dengan penyesalan.

Sedangkan golongan ‘kanan’ (ashabul yamin), menurut Al-Qur’an, dikatakan alangkah mulianya golongan ini, dan mereka menerima catatan amalannya di dunia dengan tangan kanannya. Mereka berada diantara pohon-pohon yang tidak berduri, dan pohoh-pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus-menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) itu secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. Betapa indahnya dan nikmatinya yang Allah Ta’ala sediakan nanti di akhirat bagi golongan kanan itu.
Kedudukan golongan kanan, ialah suatu golongan yang mempunyai pangkat yang tinggi dan kedudukan yang mulia. Mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenang-senang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohon-pohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya; mereka bersukaria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di manapun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya. Kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga tersebut ialah bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutera, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, dengan diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa; bidadari-bidadari yang cantik jelita dan lemah gemulai itu berpakaian serba sutera yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak bau wanginya yang sangat menggiurkan. Pelbagai nikmat dan kesenangan yang disediakan bagi penghuni surga, kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga siapa pun dan bahkan belum pernah diterka, dan dilamunkan oleh khayalan dan hati siapapun. Nikmat dan kesenangan tersebut disediakan untuk golongan kanan yang sebahagian besar terdiri dari umat-umat pengikut Nabi dan Rasul terdahulu, dan sebahagian besar lagi terdiri dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw.

Ada tiga jenis kondisi yang dihadapi orang-orang setelah kematian mereka, yaitu pertama, golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT (Al Muqarrabin) dengan mengerjakan pelbagai macam ibadat dan meninggalkan segala larangan Nya. Mereka ini akan mendapat kemenangan dan kegembiraan serta memperoleh rezeki yang luas dan macam-macam nikmat, antara lain berupa surga tempat kediaman mereka, di mana mereka akan menikmati di dalamnya segala sesuatu yang belum pernah dipandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di hati. Kedua, golongan kanan yakni (Al Abrar atau Ashabul Yamin ) yang akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Mereka itu akan disambut dengan gembira oleh para malaikat sambil menyampaikan salam dari teman-teman mereka dari kalangan Ashabul Yamin. Ketiga, golongan orang-orang kafir (Ashabusysyimal ) ialah yang mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus dan akan menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya. Mereka akan ditempatkan dalam api neraka yang berkobar-kobar nyalanya, diberi minum air yang sangat panas, dan makan buah zaqqum sehingga menghancurkan isi perut dan seluruh kulit badan mereka.

Sekarang, mari kita renungkan kembali, sejauh mana kita sudah mempersiapkan bekal akhirat kita, bekal menghadapi hari penghisaban nanti? Demikian semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat semuanya.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top