Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Jumat, 01 Januari 2016

Kisah Nabi Muhammad SAW Lahir sampai Wafat

Advertisement
Kisah Nabi Muhammad SAW -Lahirnya nabi Muhmmad bertepatan pada hari senin 12 Robiul Awal tahun Fill atau 20 April masehi di kota Mekah, ibunya bernama Siti Farimah dan ayahnya bernama Abdullah bin abdul Muthalib, keturunan dari suku Arab Qurais, tahun kelahiran nabi Muhammad disebut tahun gajah karena pada tahun itu bersamaan dengan datangnya pasukan Abrahah dari negeri Habsyi menuju ke negeri yaman yang mengendarai Gajah untuk menghancurkan Ka’bah di kota Mekah, akan tetapi sebelum pasukan Abrahah merusak Ka’bah maka di perintah burung-burung yang membawa batu kecil untuk membinasakan Abarahah dan pasukanya.
 
Sebagaimana sudah menjadi kebiasaan  bangsawan-bangsawan  Arab di Mekah. Adat demikian   ini   masih   berlaku   pada bangsawan-bangsawan  Mekah. Pada   hari kedelapan sesudah dilahirkan  anak  itupun  dikirimkan  ke  pedalaman  dan  baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun.  Di  kalangan  kabilah-kabilah  pedalaman yang terkenaldalam menyusukan ini di antaranya  ialah  kabilah  Banu  Sa'd. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu  Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi  mereka  adalah  saudara susuan. Sekalipun  Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua'ib yang pada mulanya menolak Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat bayi  lain  sebagai gantinya. Selama dua tahun Muhammad tinggal di  sahara,  disusukan  oleh Halimah  dan  diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang  kasar  menyebabkannya  cepat  sekali menjadi  besar,  dan  menambah  indah  bentuk  dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan  tiba  masanya  disapih, Halimah  membawa  anak  itu  kepada  ibunya  

Pada masa itu, sebelum usianya  mencapai  tiga  tahun,  ketika itulah  terjadi  cerita  yang banyak dikisahkan orang. Yakni,bahwa  sementara  ia  dengan  saudaranya  yang  sebaya  sesama anak-anak   itu  sedang  berada  di  belakang  rumah  di  luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd itu   kembali   pulang  sambil  berlari,  dan
berkata  kepada ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy  itu  telah  diambil oleh  dua  orang  laki-laki  berbaju  putih.  Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikan." Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan,  bahwa  mengenai diri  dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnya ke  tempat  itu.  Kami  jumpai  dia  sedang  berdiri.  Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh dua  orang  laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari." Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah  itu, dibawanya  anak  itu  kembali  kepada  ibunya  di  Mekah. 

Sesudah  lima  tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya. Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang  Sesudah cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah  sudah bersiap-siap  akan  pulang.  Ia  dan  rombongan kembali pulang dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di tengah  perjalanan,  ketika  mereka  sampai  di Abwa',2 ibunda Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan pula di tempat itu. 

Kenangan yang memilukan hati ini barangkali akan  terasa  agakmeringankan juga sedikit, sekiranya Abd'l-Muttalib masih dapat hidup lebih lama lagi. Tetapi orang tua  itu  juga  meninggal, dalam  usia delapan puluh tahun, sedang Muhammad waktu itu baru berumur  delapan  tahun.  Sekali   lagi   Muhammad   dirundung kesedihan  karena  kematian  kakeknya   Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu  Talib,  mencintai kemenakannya itu sama   seperti Abd'l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu  ia mendahulukan kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati,  itulah  yang lebih  menarik hati pamannya. Pernah pada suatu ketika ia akan pergi ke Syam membawa dagangan - ketika itu usia Muhammad baru duabelas  tahun  -  mengingat sulitnya perjalanan menyeberangi padang pasir, tak terpikirkan olehnya akan  membawa  Muhammad. Akan  tetapi  Muhammad  yang  dengan  ikhlas  menyatakan  akan menemani pamannya  itu,  itu  juga  yang  menghilangkan  sikap ragu-ragu dalam hati Abu Talib.

Anak  itu  lalu  turut  serta  dalam rombongan kafilah, hingga sampai di Bushra di  sebelah  selatan  Syam.  Dalam  buku-buku riwayat  hidup  Muhammad  diceritakan,  bahwa dalam perjalanan inilah ia bertemu dengan rahib Bahira,  dan  bahwa  rahib  itu telah  melihat  tanda-tanda  kenabian  padanya  sesuai  denganpetunjuk cerita-cerita Kristen. Sebagian sumber  menceritakan, bahwa   rahib   itu  menasehatkan  keluarganya  supaya  jangan terlampau  dalam  memasuki  daerah  Syam,  sebab   dikuatirkan orang-orang   Yahudi  yang  mengetahui  tanda-tanda  itu  akan berbuat jahat terhadap dia. 

Setelah nabi Muhammad dewasa ia mulai berdagang dengan mengikuti Khatijah. Dengan kejujuran  dan  kemampuannya  ternyata  Muhammad  mampu benar  memperdagangkan  barang-barang  Khadijah,  dengan  cara perdagangan yang  lebih  banyak  menguntungkan  daripada  yang dilakukan orang lain sebelumnya.  Dalam  waktu  singkat  saja  kegembiraan  Khadijah  ini  telah berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia - yang sudah  berusia empatpuluh  tahun,  tertarik  juga hatinya  mengawini  nabi Muhammad.

NABI MUHAMMAD SAW MENJADI RASUL
Ketika nabi Muhammad berusia 40 tahun beliau diangkat oleh Allah menjadi Rasul yang membawa tugas untuk menyampaikan wahyu yang datang dari Allah kepada umatnya, sehubungan dengan ini sebelumnya nabi Muhmmad sering Berkhilwat di gua Hiro baik siang maupun malam hari, sehingga pada waktunya ketika beliau di gua Hiro, ia didatangi Malaikat Jibril yang berpakaian serba putih untuk mengajarkan wahyu dari Allah SWT, seraya berkata: bacalah wahai Muhammad, nabi menjawab saya tidak dapat membaca, sampai berulang tiga kali berturut-turut, dan kemudian didekaplah tubuh nabi Muhammad yang ketakutan sehingga nafas beliau seak dan bercucuran keringat keseluruh tubuh sampai menggigil kedinginan dan akhirnya beliau berkata seabagaimana yang di ucapkan Malaikat jibril, setelah beliau menerima wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq 1-5, lalu beliai pulang kerumah menemui istrinya Khadijah agar ia menyelimuti dirinya dalam keadaan menggigil kedinginan. Setelah beliau bangkit kembali seperti semula, beliau lalu menceritakan peristiwa tersebut kapada Khadijah dan kemudian nabi diajak oleh siti Khadijah kerumah pamanya yang bernama Waroqoh bin Naufal, yang kebetulan beragama Nasrani, Sitai Khadijah menceritakan kepada pamanya tenang suatau peristiwa yang baru dialami oleh suaminya di gua Hiro, kemudian pamanya menjawab bahwa yang datang pada suaminya adalah Rukhul Qudhus yakni Malaikat jibril, ia datang dengan membawa wahyu dari Tuhanya, kemudian pamanya berkata lagi seandainya aku masih muda aku pasti akan menolongmu sekuat tenaga, lalu nabi Muhammad berkata apakah kaumku akan memusuhi aku maka paman Kadijah menjawab ya semua utusan Allah yang datang membawa wahyu sebagaimana yang engkau bawa dimusuhi oleh kaumnya.

Dengan penjelasan-penjelasan dari pamanya tersebut Kadijah berjanji untuk mengikuti suaminya yang telah terangkat menjadi nabi dan Rasul terakhir dan Siti Khadijah berjanji untuk ikut membantu suaminnya baik suka maupun duka dalam melaksanakan kerosulanya, begitulah seterusnya sampai turun wahyu-wahyu berikutnya. Setelah nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul maka beliau mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat yaitu berdakwah, menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada umatnya baik secara sembunyi maupun terang-terangan, kegiatan dakwah secara sembunyi-sembunyi melaui keluarganya yang terdekat dan sahabat yang terdekat, dengan tujuan agar mereka mau meninggalkan kepercayaan menyembah berhalam, sehingga mereka mau mengikuti ajaran beliau dan menjadi pengikutnya yang setia.

Adapun orang yang pertama kali mengikuti seruan nabi antara lain dari golongan keluarga yang terdekat, diantaranya Kadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harist,  dari golongan sahabt yang dekat diantarnya Abu Bakar As Shidiq, kemudian disusul Usman bin Affan, zubair bin Awwam, Saat bin Abi Waqos, Abdurahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, ubaidillah bin Jarroh, Arqom bin Abil arqom, Sahfiyah binti Abdul Muthalib, Ummu Fadlal bin Harits, Ummu Salamah, Asma binti abi Bakar, Asma Binti Amies, Fathimah bin Khatab, Sumiyah dan disusul teman yang lainya. Mereka itulah yang memperoleh gelar As Saabiquual Awwaluun artinya orang-orang pertama kali mendapat dakwah pertama kali dari Nabi Muhammad atau orang yang pertama masuk Islam.

Dakwah secara terang-terangan, kurang lebih dakwah nabi selam tiga tahun secara diam-diam dengan membawa pengikutnya semakin banyak jumlahnya, maka pada saat itu pula beliau menerima suatu perintah dari Allh untuk melaksanakan dakwahnya secara terang-terangan kaum Musrikin Qurais, denagn adanya dkwah secara terang-terangan ini membuat leluasa nabi Muhammad SAW dan pengikutnya dalam menyiarkan ajaran salam ditengah Kaum Musrikin Qurais, sekalipun banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi sepetri hasutan, Fitnah dari pamanya Abu Lahab beserta istrinya Ummu Jamil yang mengatakan bahwa Muhaamd adalah penjahat, penipu, pendusta besar, membuat keonaran, tidak berakal sehat, tukang sihir dan seterusnya,  Akan tetapi penderitaan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh beliau nabi dan para pengikutnya kian hari semakin mencekam dan keji, maka sehubungan dengan itu pula beliau sering mendengar berita dari sahabat-sahabatnya yang baru kembali dari Madinah yang sudah banyak memeluk Islam, bahkan mereka orang Madinah berjanji akan membantu perjuangan beliau nabi dan para pengikutnya, dari berita itu beliau nabi Muhammad segera memerintahkan kepada para pengikutnya untuk segera Hijrah meninggalkan Mekkah dan menuju Madinah dengan secara bersembunyi-sembunyi agar kepergianya tidak diketahui oleh orang Musrikin Qurays Mekkah.

Lanjutkan>>

Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top