Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Kamis, 06 Oktober 2016

Surat Al-Falaq Arab dan Terjemahannya

Advertisement
Surat Al-Falaq Arab dan Terjemahannya- Surah Al-Falaq ialah surah yang berada daam urutan ke-113 dalam Al-Qur'an. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada Surat ini tergolong surah Makkiyah. 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Terjemahan Text Qur'an Ayat
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ 1
dari kejahatan makhluk-Nya, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 2
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ 3
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ 4
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ 5


Keutamaan Surah Al-Falaq
Aisyah menerangkan: bahwa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Dia membaca Surat Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian disapukan ke seluruh tubuh dan kepala.
'Uqbah bin' Amir menerangkan, ketika saya sesat jalan dalam suatu perjalanan bersama dengan Rasulullah s.a.w., Dia membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas dan akupun disuruh Dia juga untuk membacanya.
Kandungan Surah Al-Falaq :
  1. Rabbul falaq bisa juga berarti Tuhan Yang Membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, demikian pula yang membelah malam dengan terbitnya fajar.
  2. Seperti makhluk hidup yang mukallaf (yang mendapat beban) seperti manusia dan jin, dan makhluk hidup yang tidak mukallaf, demikian pula makhluk tidak hidup seperti racun, dsb.
  3. Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membuat buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut. Ayat ini menunjukkan, bahwa sihir memiliki hakikat yang perlu diwaspadai bahayanya. Untuk mengatasinya adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah dari sihir itu dan dari orang-orangnya.
  4. Hasad artinya suka atau senang jika nikmat yang ada pada orang lain hilang darinya. Namun jika senang pada nikmat orang lain dalam arti, ia senang jika ia memperoleh pula nikmat itu dan tidak ada keinginan agar nikmat pada orang lain hilang, maka tidaklah tercela, hal ini dinamakan juga ‘ghibthah’.
  5. Yakni menampakkan kedengkiannya dan melakukan konsekwensi dari dengki itu dengan melakukan segala sebab yang bisa dilakukan agar nikmat itu hilang darinya. Termasuk ke dalam yang hasad adalah orang yang menimpakan keburukan kepada orang lain melalui matanya (‘ain), karena hal itu tidaklah muncul kecuali dari orang yang dengki yang buruk tabiatnya dan buruk jiwanya. Demikian pula termasuk ke dalam ‘yang hasad’ adalah Iblis dan keturunannya yang sangat dengki kepada manusia.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top