Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Kamis, 13 Oktober 2016

Surat Al-Fatihah Arab dan Terjemahannya

Advertisement
Surat Al-Fatihah Arab dan Terjemahannya - Surah Al-Fatihah ialah surah pertama dalam al-Qur'an. Surah yang diturunkan di Mekah ini terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.

Al-Fatihah berarti Pembukaan, karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran sehingga surah ini dinamakan Ummul Qur'an atau induk al-Quran dan disebut juga Ummul Kitab atau induk Al-Kitab karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany tujuh yang berulang-ulang karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang ketika melaksanakan shalat.


Riwayat Turunnya Surat Al-Fatihah
Al-Fatihah berasal dari kata fataha, yaftahu, fathah yang berarti pembukaan dan dapat pula berarti kemenangan. Dinamai demikian karena dilihat dari segi posisinya surat al-fatihah berada pada bagian awal yang mendahului surat-surat lain. Sedangkan fatihah dalam arti kemenangan dapat dijumpai pada nama surat yang ke-48 yang berjudul al-Fath yang berarti kemenangan. Bahkan bagi masyarakat Jakarta, dijumpai fakta sejarah kota Jakarta yang pertama bernama Jaya Karta yang diberikan oleh Fatahillah dan berarti kemenangan yang nyata adalah diilhami oleh ayat pertama surat al-Fath ini. Ayat tersebut selengkapnya berbunyi.

Artinya: “Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (Q.S. al-Fath, 48:1).
Selanjutnya al-Fatihah dilihat dari segi ajarannya memuat pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam surat-surat lainnya dalam al-Qur’an sebagaimana telah disinggung di atas, sering pula disebut sebagai Umm al-Qur’an (induknya al-Qur’an) dan Umm al-Kitab (induknya al-Kitab, yakni al-Qur’an). Dalam kaitan ini Tafsir Departemen Agama RI, menyatakan Surat al-Fatihah ini dinamai Umm al-Qur’an atau Umm al-Kitab, karena dia merupakan induk, pokok, atau basis bagi al-Qur’an seluruhnya, dengan arti bahwa surat al-Fatihah ini mengandung pokok-pokok isi al-Qur’an.

Nama lainnya yang diberikan kepada surat al-fatihah adalah Sab’u min al-Matsani (Tujuh Yang Diulang). Hal ini dijumpai dalam hadis Nabi yang berbunyi:

Artinya : “Demi Tuhan yang diriku di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan di dalam al-Taurat, tidak di dalam Injil, tidak didalam al-Zabut, tidak di dalam al-Furqan ayat ayat yang menyamai al-Fatihah. Dialah tujuh ayat yang di ulang di dalam al-Qur’an al-Adziem yang diberikan kepadaku”, (H.R. Muslim).
Sebab-sebab al-Fatihah dinamai As-Sab’ al-Matsani adalah karena ayatnya berjumlah tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang. Dalam kaitan ini Ibn Katsir mengatakan sebagai berikut.

Telah ditetapkan dalam kitab Shahih Bukhari menurut al-Turmudzi dan membenarkannya yang diterima dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, bahwa al-hamdulillahirabil alami adalah termasuk umm al-Qur’an, Umm al-Kitab, sab’al-Matsani dan al-Qur’an al-Adziem.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Terjemahan
Teks Arab
Ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 2
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 3
Yang menguasai hari pembalasan. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ 4
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 5
Tunjukilah kami jalan yang lurus, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 6
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ 7

Kandungan Isi Surah Al-Fatihah
  1. Tauhid, yang dikandung oleh ayat-ayatnya yang pertama dan kedua: Al-Hamdulillah Rabbi al-'Alamin. Ar-Rahman ar-Rahim.
  2. Keniscayaan Hari Kemudian, yang dikandung oleh ayatnya yang keempat: Maliki Yaum ad-Din.
  3. Ibadah yang seharusnya hanya tertuju kepada Allah dikandung oleh ayat: Iyyaka Na'budu.
  4. Pengakuan tentang kelemahan manusia dan keharusan meminta pertolongan hanya kepada-Nya dalam ayat: Wa Iyyaka Nasta'in, dan Ihdina ash-Shirath al- Mustaqim.
  5. Keanekaragaman manusia sepanjang sejarah menghadapi tuntunan Ilahi; Ada yang menerima, ada yang menolak setelah mengetahui, dan ada juga yang sesat jalan, yaitu yang dikandung oleh ayat Shirâtha al-ladzina An'amta 'Alaihim Ghair al Maghdhubi 'Alaihim wa La adh-Dhallin.
Kelima hal pokok tersebut, Tauhid, keniscayaan Hari Kemudian, dan keikhlasan beribadah adalah dasar-dasar pokok ajaran Al Qur'an. Sedang uraian yang terdapat dalam surah-surah lain tentang alam, manusia, dan sejarah merupakan cara-cara yang ditempuh oleh Al Qur'an untuk mengantar manusia meraih, menghayati, dan mengamalkan persoalan-persoalan pokok itu.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top