Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Jumat, 28 Oktober 2016

Surat Al-Humazah Arab dan Terjemahannya

Advertisement
Surat Al-Humazah Arab dan Terjemahannya - Surah Al-Humazah ialah surah yang berada dalam urutan surah ke-104 dalam al-Qur'an. Surah yang terdiri dari 9 ayat ini termasuk dalam golongan surah Makkiyah. Kata Al Humazah berarti pengumpat dan diambil dari ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah ancaman Allah terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Terjemahan Text Qur'an Ayat
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ 1
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ 2
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ 3
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. كَلا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ 4
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ 5
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ 6
yang (membakar) sampai ke hati. الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ 7
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ 8
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ 9


Surat al-Humazah merupakan wahyu ke-31 yang diterima oleh Nabi Muhammad. Ia turun sesudah surat al-Qiyamah dan sebelum surat al-Mursalat. Surah Al-Humazah berisi tentang ancaman terhadap dua perbuatan yang dilakukan karena tidak peduli dengan lingkungan sekitar yaitu :

1. Mengumpat dan Mencela Orang Lain.

Mengumpat dan mencela adalah perbuatan yang dilakukan karena didasari rasa sombong. Mereka yang melakukan perbuatan ini merasa dirinya lebih tinggi dari orang yang diumpat atau dicelanya. Mereka juga mempunyai perasaan bahwa dirinya adalah orang yang benar dan mulia. Padahal bisa jadi orang dihinanya itu lebih baik darinya. Sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri…”(QS. Al-Hujurat [49] : 11)
 
Dalam ayat diatas dikatakan bahwa jika kita mencela seseorang maka sesungguhnya kita telah mencela diri kita sendiri. Hal ini karena biasanya orang yang mencela orang lain disebabkan rasa iri hati dengan sesuatu yang dimiliki orang lain. Ini menunjukkan bahwa dialah yang sebenarnya lebih rendah dari yang dicelanya.

Termasuk juga ke dalam perbuatan ini adalah menggunjing dan membicarakan sisi negatif seseorang dibelakang yang bersangkutan. Perbuatan yang seperti dinamakan juga ghibah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw :

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص. قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الغِيْبَةُ؟ قَالُوْا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ، قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيْلَ أَفَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ فِي اَخِي مَا اَقُوْلُ ، قَالَ اِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَاِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَّهَ (رواه مسلم)


Artinya :
“Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab : Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau berkata : kamu membicarakan saudaramu (orang lain) apa yang tidak ia senangi, beliau ditanya : bagaimana jika saudaraku itu memang seperti yang aku katakan. Nabi menjawab : jika ia seperti yang kamu katakan, maka kamu lebih menggunjingnya. Dan jika tidak sesuai maka kamu lebih membuat kebohongan besar mengenainya.” (HR. Muslim)
   

2. Menumpuk Harta

Menumpuk harta merupakan salah satu sebab yang membuat seseorang mengumpat atau mencela orang lain. Mereka merasa bahwa harta membuatnya lebih tinggi dari orang lain. Mereka lupa bahwa harta yang dimiliki adalah berasal dari Allah.

Mereka juga menganggap bahwa harta yang mereka miliki akan selamanya berada dalam genggamannya. Mereka lupa bahwa ketika kematian menjemput, harta yang dimiliki tidak akan menemaninya. Oleh karena itu tidak salah kalau Allah menginggatkan kita agar berhati-hati dengan harta yang dimilki, sebagaimana firman Allah :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ


Artinya :
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal [8] : 28)
 
Orang yang menumpuk harta dan tidak mau berbagi dengan orang lain lupa bahwa harta tersebut belum tentu mereka manfaatkan. Padahal menurut Ibnu Khaldun, seorang filosof muslim, mengatakan bahwa harta baru dinamakan rezeki ketika harta itu dapat dimanfatkan. Namun ketika tidak dimanfaatkan maka belum rezeki namanya. Dan yang dimaksud dimanfaatkan disini adalah digunakan oleh kita sendiri maupun oleh orang lain. Jadi bila kita mempunyai makanan, baju, uang dan lain sebagainya namun tidak kita manfaatkan itu berarti belum rezeki kita.

Dan balasan bagi mereka yang suka mencela dan menumpuk harta adalah neraka huthamah. Yaitu neraka yang menyala-nyala yang mampu membakar sampai ke bagian terdalam tubuh manusia (hati).


Demikian mengenai Bacaan Surah Al-Humazah Arab dan Terjemahannya. Semoga bermanfaat.Aamin,
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top