Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Rabu, 08 Februari 2017

Surat Al-Ma'un Arab dan Terjemahannya

Advertisement
Surat Al-Ma'un Arab dan Terjemahannya - Surah Al-Ma'un ialah surah yang berada dalam urutan ke-107 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong dalam surah Makkiyah dan terdiri atas 7 ayat. Kata Al Maa'uun sendiri berarti bantuan penting atau hal-hal berguna, diambil dari ayat terakhir dari surah ini. Pokok isi surah menjelaskan ancaman terhadap mereka yang tergolong menodai agama yakni mereka yang menindas anak yatim, tidak menolong orang yang meminta-meminta, riya' (ingin dipuji sesama manusia) dalam salatnya, serta enggan menolong dengan barang-barang yang berguna.

Surat Al-Ma'un Arab dan Terjemahannya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Terjemahan Text Qur'an Ayat
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ 1
Itulah orang yang menghardik anak yatim, فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ 2
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ 3
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ 4
(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ 5
orang-orang yang berbuat ria. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ 6
dan enggan (menolong dengan) barang berguna. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ 7



Surat al-Ma’un menjelaskan tentang beberapa bentuk sikap dan perbuatan yang dapat digolongkan sebagai mendustakan agama. Perbuatan-perbuatan tersebut adalah :
  1. Menghardik anak yatim dan tidak mau menolong orang miskin yang sedang kelaparan. Mereka disebut demikian karena menduga bahwa berbuat baik kepada anak yatim dan membantu orang miskin tidak menghasilkan apa-apa. Ini berarti mereka mengingkari adanya hari pembalasan. Padahal agama memerintahkan untuk percaya kepada datangya hari pembalasan. Dan orang yang mengingkari adanya hari pembalasan biasanya akan berlaku seenaknya. Dan perbuatan dosa telah menjadi teman hidupnya yang berujung pada kerugian, baik untuk dirinya maupun orang yang ada di sekitarnya. Dan pada akhirnya akan membuat kerusakan tatanan masyarakat yang lebih luas.
  2. Mereka yang melalaikan makna shalatnya. Yaitu mereka yang melaksanakan shalat hanya bertujuan untuk riya’ dan mencari pujian orang lain. Perbuatan riya inilah yang menyebabkan manusia kemudian menjadi sombong. Mereka lupa bahwa shalat adalah ibadah yang bertujuan menghilangkan sifat sombong tersebut. 
Dengan demikian, semakin jelas bahwa agama Islam menuntut kebersihan jiwa, kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan kerjasama antara sesama makhluk Allah. Karena tanpa itu semua, mereka yang shalat pun akan dinilai sebagai orang yang telah mendustakan agama dan mengingkari hari kebangkitan.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top