Blog Tempatnya Mencari Ilmu dan Amal

Selasa, 12 Juli 2016

Surat Al Qiyaamah Arab dan Terjemahannya

Advertisement
Surat Al Qiyaamah Arab dan Terjemahannya - Surah Al-Qiyamah ialah surah yang berada dalam urutan ke-75 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari'ah. Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang


Terjemahan Text Qur'an Ayat
Aku bersumpah dengan hari kiamat, لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ 1
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ 2
Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ 3
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ 4
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. بَلْ يُرِيدُ الإنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ 5
Ia bertanya: "Bilakah hari kiamat itu?" يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ 6
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ 7
dan apabila bulan telah hilang cahayanya, وَخَسَفَ الْقَمَرُ 8
dan matahari dan bulan dikumpulkan, وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ 9
pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat lari?" يَقُولُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ 10
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! كَلا لا وَزَرَ 11
Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali. إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ 12
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. يُنَبَّأُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ 13
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ 14
meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ 15
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ 16
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ 17
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ 18
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ 19
Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, كَلا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ 20
dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. وَتَذَرُونَ الآخِرَةَ 21
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ 22
Kepada Tuhannyalah mereka melihat. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ 23
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ 24
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat. تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ 25
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, كَلا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ 26
dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ 27
dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ 28
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ 29
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ 30
Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Qur'an) dan tidak mau mengerjakan salat, فَلا صَدَّقَ وَلا صَلَّى 31
tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى 32
kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى 33
Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى 34
kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى 35
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى 36
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى 37
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى 38
lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki laki dan perempuan. فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى 39
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى 40

Pokok-pokok terjemahan Surah Al Qiyaamah


  1. Apakah umat manusia mengira bahwa Kami tak bisa merekatkan tulang-belulang mereka? Bahkan, Kami sanggup menyamakan (hingga) ujung jari-jemari mereka. (Ayat:3-4)
  2. Bahkan manusia ingin bertindak sembarangan setiap saat. ia mempertanyakan: "Kapan Hari Kebangkitan ?"
    Bahwasanya ketika penglihatan takjub dan ketika bulan meredup, juga ketika matahari beserta bulan dipadukan, pada hari itu manusia berkata: "Kemana tempat berlindung?" Mustahil! Tiada tempat yang aman! pada hari itu menghadap kepada Tuhanmu adalah ujung perjalanan.
    Pada hari itu dijelaskan kepada manusia tentang yang telah dicapai dan yang telah ditinggalkan. Bahkan manusia menjadi juri (penilai) tentang dirinya sendiri, sekalipun dia berdalih. (Ayat:5-15)
  3. Janganlah kamu tergesa-gesa mempergunakan lidahmu dalam menangkap (membaca) yang demikian. Sesungguhnya Kamilah yang menyusun dan menyelesaikan yang demikian ini. Apabila Kami telah menyelesaikannya maka ikutilah bacaan itu, kemudian adalah tanggung jawab Kami tentang penjelasannya. (Ayat:16-19)
  4. Maka jangan demikian, Sebenarnya kalian mencintai (kehidupan) yang fana (duniawi) dan melalaikan Akhirat (Penghabisan).
    Wajah-wajah pada hari itu (ada yang) penuh suka cita, mereka memandang ke arah Tuhan mereka sedangkan wajah-wajah (yang lain) pada hari itu murung, mereka yakin dihadapkan dengan berbagai kepedihan. (Ayat:20-25)
  5. Jangan demikian, Apabila (nyawa) menyesak hingga ke ujung kepala, dan diserukan: "Siapakah yang menyembuhkan?", dan orang itu meyakini bahwa itulah saat perpisahan (meninggal), dan satu kaki merekatkan kaki yang lain, pada hari itu berdatangan menghadap Tuhanmu. Dan (ketika dahulu) orang itu tidak membenarkan dan ia tidak mendirikan shalat, justru ia memberontak dan menjauh, kemudian ia menemui kalangannya (keluarga) disertai rasa arogan. Celakalah kamu dan celaka, maka celakalah kamu dan celaka. (Ayat:26-35)
  6. Apakah umat manusia beranggapan bahwa ia akan dibiarkan (hidup) sesuka hatinya ? Bukankah dahulu ia setetes mani yang tertumpah, yang membentuk gumpalan, sementara Dialah yang menciptakannya dan yang merancangnya,
    setelah itu Dialah yang menetapkan pasangan daripadanya, seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Bukankah yang memperbuat (semacam ini) berkuasa (pula) untuk menghidupkan yang mati? (Ayat:36-40)
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top